Tampilkan postingan dengan label BUKU PUISI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BUKU PUISI. Tampilkan semua postingan

Rabu, 17 September 2014

PUISI YANG TERMUAT DALAM BUKU HABIS GELAP TERBITLAH SAJAK




PEREMPUAN UNGU

Perempuan ungu
Adalah kau, bulanku
Menasbihkan rindu
Dalam doa yang syahdu

Kamar Cinta, 2013

KHULUQ




Takkan pernah sampai khuluqku
Kecup mahabbahMu
Saat aku, debu
Berdansa ikut irama angin

Takkan pernah sampai khuluqku
Gapai haqqul yakin
Saat aku, basah
Tenggelam dalam laut resah

Takkan pernah sampai Khuluqku
Takkan pernah Sampai
Saat aku, nurani
Padam, sepanjang desah waktu

Jakarta, 3 Sepetember 2013
(mahrajan ke-2 di Malaysia)

DUA PUISI TERMUAT DALAM BUKU HUJAN KAMPOENG JERAMI


HUJAN YANG BERJALAN
: Eithel, Mexico

hujan yang berjalan
membatikkan kenangan
sepanjang kamar ingatan
ketika mata saling mengungkap
alamat-alamat gugup
sirna bersama gema nurani
yang lahir dari puisi

hujan yang berjalan
malam memutik kebersamaan
ketika hidup hanyalah cuaca setia
tak pernah usai diceritakan

Madura, 30 Mei 2014

HUJAN YANG BERBARIS DI MATA

langit sendu
menggambar hidup abu-abu
ayat-ayat rindu
mengarsir waktu
hadirkan ragu
gugup, mengungkap
di segenap tatap
mencipta riwayat
yang penuh sayat

Madura, 29 Mei 2014

SEBAB CINTA TELAH JADI RIMA DAN IRAMA



Selamat pagi indonesia
Matahari semakin manja tebar cahaya

Kabut luka
Tak lagi jadi peta

Kebersamaan
Lukisan hidup yang anggun

Kita pun lupa
Pada alamat-alamat airmata

Sebab cinta
Telah jadi rima dan irama

Kamar Hati, 15 Juni 2012

WAJAH GAZA



I

Senjata pada nyawa
Seumpama pisau pada bawang
Dekat-rekat tebar bimbang

II

Gaza raung
Langit merdeka mendung
Darah dan airmata
Telah menjadi tanda luka

III

Bocah-bocah kehilangan surga
Di reruntuhan airmata

IV

Sebab cinta pada Gaza telah menjadi sukma
Syuhada melamar surga dengan maut untuk generasi muda


Kamar Hati, 19 November 2012

MENGECUP KENING RAMADLAN



Mengecup kening ramadlan
Selalu ada jubah ketabahan
Simpan anggun topan kegelisahan

Mengecup kening ramadlan
Lembah dan bukit satu barisan
Raih keridhaan Tuhan

Mengecup kening ramadhaan
Tak ada yang bisa dilukiskan
Selain surga kebahagiaan

Kamar Watu, 15 April 2012

AKU HILANG DALAM KASIHMU





Aku hilang dalam KasihMu
Selaksa ombak dalam laut
Semisal desir dalam angin
Seumpaman matahari dalam pagi

Kamar Hati, 19 Juni 2012

MIMPI YANG TERUS NYALA DI KAMAR HARI





: Pahlawan Devisi (TKI)

Kau yang berjubah tabah
Tampung segala resah

Jalan-jalan tebar belati
Kau tebar melati hingga dalam kamar hati

Hujan yang deras di langit mata
Kau maknai anugerah cinta

Demi berbagi surga
Cambuk luka kau simpan mesra

Dalam kamus hidupmu
Tak kenal benalu

Bagimu bahagia pertiwi
Mimpi yang terus nyala di kamar hari

Kamar Hati, 20 Maret 2012

Dua Puisi dari Tiga Puisi Yang Termuat Dalam Antologi Puisi Bersama








AKULAH CINTA

menyemesta setia, akulah cinta
berpalinglah mata duka

2014

RUPA CITA

kuberikan suara, kutitip rupa cita
jayalah Indonesia

2014